Rantai makanan, dua kata tersebut pasti sudah tak asing didengar oleh para pelajar yang sedang duduk di bangku sekolah.Pembahasan mengenai rantai makanan biasanya terdapat di mata pelajaran Sains atau IPA (Ilmu Pengetahuan Alam). Biasanya tambahan gambar-gambar pendukung juga sangat diperlukan untuk memberikan pengertian yang lebih jelas terkait proses terjadinya rantai makanan.
orangbuta akan melihat, orang mati akan dibangkitkan, orang lumpuh berjalan, dan mereka memuliakan yesus kristus adalah tuhan, firman dan roh allah yang menjadi manusia, anak allah, yang lahir dari firman allah dan roh allah jadi manusia untuk menyelamatkan manusia yang berdosa, tidak ada lagi kurban kambing, domba, sapi, karena bapa di surga
Artinya kesederhanaan hidup dalam kesesuaian dengan teladan Tuhan Yesus. Kesesuaian ini mensyaratkan kita menjauhi dosa dan kegelapan, sebab: "Jika kita katakan, bahwa kita beroleh persekutuan dengan Dia, namun kita hidup dalam kegelapan, kita berdusta dan kita tidak melakukan kebenaran" (1Yoh 1:6). [6] [1] Lih. KGK 2464-2466. [2] Lih. KGK
Jelaskandan berilah masing-masing 2 (dua) contoh akibat positif dari konflik yang terjadi dalam masyarakat ! berikut pembahasan dan kunci jawabannya. Konflik berarti berkaitan dengan pertikaian. Yang kaitannya di dalam keberagaman masyarakat. Seperti misalnya konflik antar suku, ras, agama secara individu maupun kelompok.
Berilahkami kesehatan pikiran dan tubuh sehingga kami yang menderita di bawah dosa dapat menang dan menang di dalam Engkau; melalui Putra-Mu, Yesus Kristus, Tuhan kami, yang hidup dan memerintah bersama-Mu dan Roh Kudus, satu Allah, sekarang dan selama-lamanya. Amin." (Sakramen Gregorian) 3. Doa Kristen Untuk Orang Sakit Pendek "Tuhan Mahakuasa,
Ajaranuntuk saling mengasihi telah menjadi ajaran sentral dari pelayanan Juruselamat. Perintah besar kedua adalah "Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri" ( Matius 22:39 ). Yesus bahkan mengajarkan, "Kasihilah musuhmu" ( Matius 5:44 ). Tetapi perintah untuk mengasihi orang lain sebagaimana Dia telah mengasihi kawanan domba
. Unduh PDF Unduh PDF Setiap orang mempunyai kisah hidup masing-masing, dan sebagai orang Kristen, kisah paling indah yang dapat Anda bagikan adalah kisah tentang kesaksian iman Anda sendiri. Namun, sama seperti penulisan narasi yang lainnya, ada panduan yang perlu diikuti agar Anda dapat menulis kesaksian yang baik. 1Berdoalah untuk mohon bimbingan. Kesaksian adalah sarana yang sangat baik untuk memperlihatkan kehidupan Anda sebagai orang Kristen. Oleh karena tujuan utama sebuah kesaksian adalah menghormati Tuhan dan memuliakan Kerajaan Allah, mulailah dengan berdoa memohon bimbingan Roh Kudus sebelum Anda menulis. 2 Bacalah kesaksian yang lain sebagai contoh. Carilah ide tentang hal-hal apa saja yang perlu Anda ceritakan dengan membaca kesaksian orang lain yang ditulis dengan baik. Anda bisa membaca kesaksian yang terjadi pada saat ini atau mencari contoh dari dari Alkitab. Anda dapat mempelajari contoh kesaksian yang paling baik melalui kesaksian Rasul Paulus di dalam Alkitab dengan membaca Kisah Para Rasul bab 22 dan bab 26. Anda juga bisa mencontoh kesaksian yang pernah Anda dengar atau baca sebelum Anda bertobat yang berpengaruh besar bagi kehidupan Anda. Jika ada, cobalah mengingat-ingat lagi kesaksian ini secara detail dan tentukan apa yang menjadi kekuatan dari kesaksian ini. 3 Pikirkan masa lalu Anda. Secara spesifik, ingat lagi kondisi kehidupan dan sikap Anda sebelum memberikan hidup Anda kepada Yesus. Bertanyalah kepada diri sendiri, apa yang menjadi isu penting bagi Anda dan apa alasan yang paling kuat sampai Anda memutuskan untuk bertobat. Masukkan juga hal-hal tersebut dalam kesaksian Anda. Lebih spesifik lagi, bertanyalah kepada diri sendiri, apa rintangan yang Anda hadapi waktu itu dan apa yang Anda rasakan pada saat mengambil keputusan ini. Cobalah mengingat apa sebabnya sampai Anda sangat ingin berubah, dan sebelum bertobat, usaha apa saja yang Anda lakukan untuk mengubah kehidupan Anda. 4Susunlah garis besar kesaksian Anda. Sebelum menulis kesaksian Anda secara lengkap, sebaiknya siapkan dulu garis besarnya atau menyusun ringkasan untuk setiap bagian. Pada dasarnya, sebuah kesaksian harus terdiri atas tiga bagian kehidupan Anda sebelum mengenal Yesus, keputusan Anda untuk bertobat, dan kehidupan Anda setelah bertobat. Iklan 1 Jelaskan masa lalu Anda. Bagian pertama kesaksian Anda harus berisi informasi tentang kondisi kehidupan Anda sebelum menerima Yesus. Pada bagian ini, fokuskan cerita Anda pada hal-hal yang negatif. Anda boleh saja menceritakan seandainya kehidupan Anda pernah sangat berkelimpahan secara materi atau sebaliknya sangat berkekurangan, tetapi Anda harus memberikan informasi sejelas mungkin bahwa ada hal yang sangat penting yang hilang dari kehidupan Anda. Untuk itu, Anda harus berusaha agar bisa menarik perhatian pembaca kepada apa yang kurang dari diri Anda dan kepada pergumulan Anda untuk membebaskan diri dari dosa. Utamakan detail yang spesifik daripada hal-hal yang umum. Alih-alih mengatakan, “Saya sangat kaya secara materi tetapi kurang berkembang secara rohani,” jelaskan kemewahan hidup yang pernah Anda alami—“Saya pernah menjadi pimpinan sebuah perusahaan yang sangat sukses dengan gaji puluhan juta sebulan”—sambil memperlihatkan kepada para pembaca bahwa pada saat itu Anda juga menghadapi masalah besar—“Sikap saya sangat kasar sehingga saya ditinggalkan oleh keluarga saya dan kondisi ini membuat saya merasa sangat kehilangan sampai akhirnya saya memilih untuk menghibur diri dengan minum alkohol setiap malam.” 2 Sampaikan cerita yang spesifik tentang titik balik. Seperti kata pepatah, “kegelapan yang paling pekat adalah sesaat sebelum fajar.” Jika hidup Anda sangat menderita sebelum Anda bertobat, jelaskan juga keadaan yang buruk ini secara spesifik dan gambarkan situasinya sebaik mungkin. Jika Anda tidak pernah mengalami masalah sebelum Anda berbalik kepada Yesus, tentunya ini adalah hal yang sangat baik. Tidak perlu berusaha agar kondisi Anda terkesan lebih dramatis daripada yang sebenarnya. Ceritakan saja kehidupan masa lalu Anda sejelas mungkin dengan menjelaskan secara detail kesedihan yang Anda rasakan dan keinginan Anda untuk mencari sesuatu yang lebih berharga. Dari sini, lanjutkan dengan menceritakan tentang pertobatan Anda. Iklan 1 Ceritakan saat-saat pertobatan Anda. Berusahalah untuk menceritakan pertobatan Anda secara spesifik sebab ini adalah bagian terpenting dalam kesaksian Anda. Jelaskan secara tepat momen di saat Anda meminta agar Yesus masuk ke dalam hidup Anda. Tidak perlu menggunakan istilah-istilah rohani atau bahasa yang indah untuk menjelaskan pertobatan Anda. Namun, sebaliknya, biasanya akan lebih baik jika Anda menjelaskan kapan peristiwa ini terjadi dengan kata-kata yang mudah dipahami. Cobalah menceritakan momen pertobatan Anda dengan alur "tetapi setelah itu" dalam kisah kehidupan Anda. Sampai di titik ini, Anda sudah menjelaskan sebuah kehidupan yang tidak mempunyai tujuan, harapan, kebahagiaan, atau istilah lain dengan pengertian yang sama. Pada saat Anda menceritakan momen pertobatan Anda, katakan, "tetapi setelah itu… terjadi hal ini dan itu yang mengubah kehidupan saya menjadi lebih baik." Pada saat ini, nada dari kesaksian Anda harus berubah dari negatif menjadi positif. Sama seperti kisah Anda "sebelum" pertobatan, Anda harus secara spesifik menjelaskan hal-hal detail yang mengarahkan Anda kepada pertobatan. Sampaikan urutan kejadian yang dapat menjelaskan peristiwa ini, tempat terjadinya, dan orang-orang yang berperan. Jika pertobatan ini terjadi karena Anda bertemu dengan sepupu Anda Benyamin pada saat sedang berbelanja bahan makanan, atau karena di acara reuni sekolah, Anda baru bertemu lagi dengan Susi, teman lama Anda yang memperkenalkan kehidupan Kristiani kepada Anda. Masukkan juga kejadian ini ke dalam kesaksian Anda. Jangan menggunakan kalimat yang tidak spesifik misalnya, "Pada suatu hari, seseorang yang masih ada hubungan keluarga mengajak saya ke gereja."[1] 2 Fokuskan kesaksian Anda pada Yesus. Ingatlah bahwa kesaksian Anda harus berfokus tentang bagaimana Yesus sudah menyelamatkan Anda. Jangan menjelaskan pertobatan Anda dengan kalimat yang memberikan kesan seolah-olah Anda yang menyelamatkan diri sendiri. Pada dasarnya, jangan berfokus tentang betapa “baiknya” Anda sebelum bertobat atau betapa “sucinya” perbuatan Anda setelah itu. Bacalah sekali lagi dan bertanyalah kepada diri sendiri apakah ada hal-hal dalam tulisan Anda yang memuliakan diri Anda lebih daripada Anda memuliakan Tuhan. Jika ada, susun ulang kalimat Anda atau hilangkan saja. 3 Jelaskan situasi Anda saat ini. Agar dapat memperlihatkan manfaat pertobatan ini, Anda harus menjelaskan kepada para pembaca bahwa kondisi kehidupan Anda menjadi lebih baik sejak bertobat. Ceritakan juga jika masih ada pergumulan yang harus Anda hadapi, tetapi berusahalah menyampaikannya dengan nada yang positif. Ceritakan perubahan spesifik yang Anda alami secara mendalam sehingga membuat Anda bersyukur kepada Tuhan dalam kehidupan Anda. Jelaskan juga bahwa motivasi Anda saat ini sudah berbeda dari motivasi Anda yang dulu.[2] Iklan 1 Buatlah tulisan yang singkat. Pada dasarnya, seluruh kisah kehidupan Anda dapat menjadi kesaksian itu sendiri, tetapi jangan memberikan terlalu banyak informasi sebab kesaksian Anda mungkin akan dibaca juga oleh orang-orang yang bukan beragama Kristen. Tulislah kira-kira 500 kata, tambahkan atau kurangi lebih kurang 100 kata. Jumlah ini bukanlah patokan yang harus ditaati, tetapi ada baiknya jika Anda mengingatnya pada saat menulis. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah mencari tahu berapa lama waktu yang dibutuhkan jika Anda atau orang lain membaca kesaksian tertulis Anda. Target waktunya adalah 3 menit. Tulisan yang terlalu pendek mungkin tidak akan cukup mendetail, tetapi tulisan terlalu panjang bisa sangat membosankan. 2 Gunakan istilah sekuler. Lebih tepatnya, gunakan istilah yang dapat dimengerti oleh siapa saja alih-alih merangkai kata-kata dan frasa yang digunakan hanya oleh jemaat gereja. Jika Anda menggunakan istilah yang religius, kesaksian Anda akan sulit dipahami oleh orang-orang bukan beragama Kristen. "Istilah religius" yang ingin Anda gunakan tidak harus yang rumit. Justru sebaliknya, kebanyakan istilah yang ingin Anda hindari sepertinya sudah menjadi bagian dari bahasa sehari-hari setelah Anda bertobat. Istilah religius yang umum misalnya lahir baru, diselamatkan, tersesat, injil, dosa, menyesal, bertobat, dan dihukum. Gunakan istilah-istilah ini hanya jika Anda berniat ingin memberikan penjelasan. Sering kali, cara yang terbaik adalah mengganti istilah-istilah tersebut dengan definisinya. Sebagai contoh, alih-alih mengatakan "tersesat," jelaskan bahwa perjalanan hidup Anda "menuju ke arah yang salah" atau bahwa Anda "terpisah dari Allah." Alih-alih mengatakan "lahir baru," gunakan frasa yang lebih mudah dimengerti, misalnya "kehidupan rohani yang baru" atau "pembaharuan hidup rohani."[3] 3 Jangan gunakan idiom. Hal ini sangat penting jika Anda ingin kesaksian Anda bisa menjangkau pembaca yang bahasa ibu mereka bukan bahasa Inggris. Idiom biasanya tidak dapat diterjemahkan dengan baik atau tidak dapat dipahami dengan benar jika kebudayaannya berbeda sehingga orang asing yang membacanya mungkin akan kebingungan dengan istilah ini. Meskipun Anda tahu bahwa kesaksian Anda akan dibaca oleh orang yang berbahasa Inggris sebagai bahasa ibu mereka, sebaiknya jangan gunakan terlalu banyak idiom dalam tulisan Anda. Jika Anda menggunakan idiom secara berlebihan, banyak hal-hal detail atau informasi penting yang sebenarnya dapat memperkuat kesaksian Anda akan terlewatkan begitu saja. Cobalah Anda pertimbangkan, apakah dengan mengatakan “Saya sudah dibasuh” akan benar-benar dapat memberikan pemahaman yang baik dibandingkan jika Anda menggambarkan dengan jelas situasi dari karier mengecewakan, keluarga yang retak, atau pilihan hidup yang hanya mementingkan diri sendiri, atau malah bertolak belakang? Contoh pernyataan menggunakan idiom bisa berbentuk frasa seperti "Tidak seorang pun mau berbagi" atau "lubang yang dibentuk oleh Tuhan." Jika Anda ingin memasukkan frasa ini ke dalam tulisan Anda, cobalah memilih kata-kata yang lebih mudah dimengerti misalnya, "Saya merasa tidak ada seorang pun yang peduli pada saya" atau "Saya merasa ada yang tidak lengkap di dalam hidup saya." 4 Berbagilah dari Alkitab. Jika Anda ingin menggunakan bahasa yang akan dihargai juga oleh orang-orang yang bukan beragama Kristen, Anda harus selalu merujuk kepada Tuhan dalam kisah penyelamatan Anda secara keseluruhan. Cara yang paling baik untuk melakukan hal ini adalah dengan menjadikan kata-kata yang diambil secara langsung dari Alkitab sebagai dasar dari kesaksian Anda. Gunakan satu atau paling banyak dua ayat, dan masukkan ayat-ayat ini jika ada keterkaitan langsung dengan pengalaman Anda. Sabda Tuhan adalah alat yang sangat besar kuasanya, tetapi idenya adalah agar kesaksian Anda berasal dari kehidupan pribadi Anda sendiri. Jika Anda hanya mengandalkan Alkitab pada saat menulis kesaksian, Anda tidak akan memiliki kesempatan untuk menyampaikan kata-kata Anda sendiri. 5 Biarkan orang lain berada di luar. Ceritakan pertobatan Anda sebagai pengalaman antara Anda dengan Tuhan. Boleh saja Anda menyebutkan bahwa ada seseorang yang berperan penting yang membuat Anda lebih mengenal Tuhan, tetapi yang terpenting, komentar Anda tentang orang lain jangan terlalu spesifik dan sampaikan secara singkat. Secara khusus, Anda tidak boleh menyebutkan nama gereja atau agama tertentu, memberikan pertanyaan yang menimbulkan pandangan negatif gereja, organisasi Kristen, atau jemaat dari komunitas Kristiani.[4] 6Jadilah pribadi yang jujur. Mungkin Anda menganggap bahwa kesaksian Anda hanya menceritakan kejadian biasa yang tidak menyenangkan dan Anda melebih-lebihkan untuk membuat ceritanya lebih menarik. Sama halnya jika Anda merasa masih ada yang kurang dalam kehidupan Anda, mungkin Anda akan tergoda untuk membuat keadaan saat ini terkesan lebih baik daripada yang sesungguhnya. Namun berusahalah menahan diri agar Anda tidak menulis cerita bohong, bahkan jika motif Anda sebenarnya baik. Hanya kesaksian yang sepenuhnya benar yang dapat menyampaikan kebenaran iman secara akurat.[5] 7Tulislah seperti Anda sedang berbicara. Berusahalah menggunakan gaya bahasa sehari-hari dan jangan seperti sedang menulis pidato yang resmi. Anda harus bisa membuat orang-orang merasa terkoneksi dan memahami cerita Anda sebagai pengalaman pribadi. Untuk itu, Anda harus bisa menarik minat para pembaca sejak awal. Iklan Tentang wikiHow ini Halaman ini telah diakses sebanyak kali. Apakah artikel ini membantu Anda?
Persiapkan diri Anda secara rohani Bagaimana Anda telah dipengaruhi oleh kesaksian orang lain? Bagaimana memberikan kesaksian Anda—secara resmi atau tidak resmi—telah memperkuat kesaksian tersebut? Apa pengalaman yang dapat Anda bagikan dengan remaja? Kapan Anda telah menyaksikan remaja memberikan kesaksian mereka—secara resmi atau tidak resmi? Apa kesempatan yang dapat Anda berikan kepada remaja untuk bersaksi? Dengan doa yang sungguh-sungguh telaahlah tulisan suci dan sumber-sumber berikut. Apa yang akan membantu remaja memahami makna dari memberikan kesaksian? Matius 1613–19; Mosia 317; Alma 545–48; 713; A&P 7622–24 Contoh-contoh kesaksian dalam tulisan suci Alma 418–20 Kuasa dari memberikan kesaksian Alma 1139–41; 121; 1512 Kesaksian Amulek memiliki pengaruh yang kuat terhadap Zezrom Henry B. Eyring, “Saksi bagi Allah,” Ensign, November 1996, 30–33 Dieter F. Uchtdorf, “Kuasa dari Kesaksian Pribadi,” Ensign atau Liahona, November 2006, 37–39 Dallin H. Oaks, “Kesaksian,” Ensign atau Liahona, Mei 2008, 26–29 “Berikan Kesaksian dengan Sering,” Mengkhotbahkan Injil-Ku 2004, 229–230 “Seringlah Memberikan Kesaksian Anda,” Mengajar dengan Cara Juruselamat 2016, 10 Video “Seorang Pria Tanpa Kefasihan Berbicara,” “Kesaksian Thomas S. Monson” Mengajar dengan cara Juruselamat Juruselamat mengundang mereka yang Dia ajar untuk bersaksi, dan sewaktu mereka melakukannya, Roh menyentuh hati mereka. Bagaimanakah Anda dapat memberikan kesempatan kepada remaja untuk bersaksi dan merasakan kesaksian Roh yang meneguhkan? Gambar Video “Berbagi Kisah dan Contoh” Saksikan lebih lanjut Membuat koneksi Selama beberapa menit pertama setiap kelas, bantulah remaja membuat hubungan antara hal-hal yang mereka pelajari dalam berbagai situasi seperti penelaahan pribadi, seminari, kelas-kelas Gereja lainnya, atau pengalaman-pengalaman dengan teman-teman mereka. Bagaimana Anda dapat membantu mereka melihat relevansi Injil dalam kehidupan sehari-hari mereka? Gagasan-gagasan berikut dapat membantu Anda Undanglah remaja untuk membagikan sebuah pengalaman baru-baru ini yang telah memperkuat kesaksian mereka. Mintalah para remaja untuk membayangkan bahwa mereka mengundang seorang teman ke Gereja pada minggu puasa, dan uskup mengundang para anggota lingkungan untuk membagikan kesaksian mereka. Bagaimana mereka merespons ketika teman mereka bertanya, “Apa artinya membagikan kesaksian?” Jika perlu, rujuklah para remaja pada bagian yang berjudul “Seringlah Memberikan Kesaksian Anda” dalam Mengajar dengan Cara Juruselamat, halaman 10, atau ceramah Penatua Dallin H. Oaks “Kesaksian.” Belajar bersama Setiap kegiatan di bawah akan membantu remaja memahami apa yang dimaksud dengan memberikan kesaksian. Dengan mengikuti ilham dari Roh, pilihlah satu kegiatan atau lebih yang akan paling sesuai kelas Anda Ajaklah remaja untuk membaca bagian yang berjudul “Apakah Kesaksian Itu?” dari ceramah Presiden Dieter F. Uchtdorf “Kuasa dari Kesaksian Pribadi.” Mintalah remaja untuk membuat daftar mengenai apa kesaksian itu dan apa yang bukan merupakan kesaksian berdasarkan apa yang mereka baca. Ajaklah mereka untuk membagikan pengalaman-pengalaman dimana mereka telah mendengar seseorang memberikan kesaksian dengan cara yang memperkuat iman dan kesaksian mereka. Ajaklah remaja untuk membaca bagian II dari ceramah Penatua Dallin H. Oaks “Kesaksian,” mencari kesamaan dan perbedaan antara kesaksian dan pengetahuan jenis lain. Apa yang dapat remaja lakukan untuk memperkuat pengetahuan mereka mengenai kebenaran Injil? Ajaklah remaja untuk menemukan contoh-contoh dalam tulisan suci mengenai orang-orang yang memberikan kesaksian seperti yang disarankan dalam garis besar ini. Sewaktu mereka membagikan apa yang mereka temukan, imbaulah mereka untuk membahas cara-cara berbeda mereka dapat memberikan kesaksian termasuk cara-cara resmi dan tidak resmi.Saksikan video “Testimony of Thomas S. Monson.” Mintalah remaja untuk membagikan apa yang mereka pelajari dari Presiden Monson mengenai memberikan kesaksian. Ajaklah remaja untuk membaca “Berikan Kesaksian dengan Sering” dan menyelesaikan kegiatan penelaahan pribadi yang menyertainya dalam Mengkhotbahkan Injil-Ku halaman 229–230. Mintalah mereka membagikan wawasan mereka dengan anggota kelas. Bagaimana mereka dapat menerapkan apa yang telah mereka pelajari di lain waktu mereka memberikan kesaksian misalnya dalam pertemuan gereja atau dalam percakapan dengan seorang teman? Tayangkan video “A Man without Eloquence.” Mintalah remaja untuk membagikan pengalaman dimana mereka telah tersentuh oleh kesaksian sederhana dan tulus orang lain. Hal apakah dalam kesaksian tersebut yang telah menyentuh hati mereka? Mintalah remaja untuk membagikan apa yang telah mereka pelajari hari ini. Apakah mereka memahami bagaimana memberikan kesaksian? Apa perasaan dan kesan yang mereka miliki? Apakah mereka memiliki pertanyaan tambahan apa pun? Akankah bermanfaat untuk meluangkan lebih banyak waktu mengenai topik ini? Kiat mengajar “Kesaksian sering kali paling kuat jika kesaksian itu singkat, ringkas, dan langsung” Mengajar, Tiada Pemanggilan yang Lebih Mulia [1999], 43. Mengundang untuk bertindak Undanglah remaja untuk mencari kesempatan untuk memberikan kesaksian—secara resmi dan tidak resmi—selama minggu depan. Mintalah mereka membagikan pengalaman-pengalaman mereka dalam kelas yang akan datang. Doronglah remaja untuk menuliskan kesaksian mereka dalam jurnal mereka.
Kesaksian merupakan suatu ucapan syukur atas Pertolongan Tuhan dalam kehidupan orang percaya. Bercerita tentang kebaikan Tuhan itu tidak ada habisnya karena hampir setiap hari dan setiap saat kita menikmati kehidupan yang Tuhan berikan. Kali ini blog sedikit inggin berbagi bagaimana cara menyampaikan Kesaksian di depan jemaat Banyak Orang. Setiap Gereja tata ibadahnya berbeda beda. Ada yang memberikan kesempatan kepada jemaatnya untuk berbagi kesaksian pada saat ibadah umum dan ada pula yang memberikan kesempatan kesaksian saat ibadah rumah tangga. Jika kita tidak pernah bersaksi pasti terasa canggung untuk mengungkapkannya. Ini adalah salah satu contoh Kesaksian saya di Gereja saat Tuhan tolong dalam memberikan Pekerjaan dan Penghasilan diluar logika saya. Ini adalah Kesaksian asli tetapi saya coba susun kata katanya supaya anda bisa meniru bagaimana cara mengucapkan yang baik dan benar. Yang perlu di persiapkan pertamakali adalah kesiapan mental saat anda berhadapan dengan banyak orang. Contoh kesaksian Kristen saat ibadah Umum di Gereja Syallom Bapak/Ibu/Saudara/i ku yang di kasihi Tuhan Yesus... Terimakasih buat kesempatan yang diberikan kepada saya untuk berbagi kesaksian dimana pertolongan Tuhan sungguh ajaib dan ini saya rasakan sangat luar biasa. Sangat berdosa apabila kebaikan Tuhan seperti ini saya tidak berbagi dengan Bapak Ibu. Saya inggin bercerita sedikit tentang Pekerjaan saya dimana jika Bapak Ibu tau bahwa saya bekerja di sebuah Perusahaan Batu Bara. Ada banyak suka duka yang saya dapatkan dari Pekerjaan tersebut. Sukanya saya mendapatkan gaji yang cukup lumayan dan dukanya saya harus mengikuti aturan perusahaan dimana saya harus bersedia di mutasi ke daerah lain jauh dari keluarga. Pergumulan ini saya bicarakan dengan istri dan saya berdoa sama Tuhan, apakan rencana dari Tuhan buat kehidupan saya. Saya inggin selalu dekat dengan keluarga dan bisa melayani terus di Gereja bersama Bapak Ibu. Saya dan istri putuskan untuk menolak dari surat perintah perusahaan tersebut dan akibatnya saya di anggap mengundurkan diri. Sungguh sangat berat pergumulan saya Bapak Ibu karena berkat jasmani yang saya terima selama ini dari Perusahaan tersebut cukup lumayan dan tiba tiba Tuhan ambil. Saya hanya berdoa dan minta sama Tuhan semoga Tuhan berikan petunjuknya atas kehidupan saya ini. Saya minta sama Tuhan berikan Pekerjaan atau usaha dimana saya bisa selalu dekat dengan Keluarga dan bisa terus pelayanan di Gereja. Bisnis cetak Undangan di Rumah dan mengelola sebuah situs/Blog saya coba tekunin dan terus minta pertolongan Tuhan. Satu, dua, hingga tiga bulan terasa berat karena hasilnya jauh dari yang di harapkan. Tetapi kami terus berdoa minta pertolongan Tuhan dan akhirnya Tuhan buka jalan dengan memberikan ide Bisnis yang cukup menjanjikan buat saya dan keluarga. Satu blog yang saya bangun ternyata bisa menghasilkan gaji yang lumayan dari Google Adsense bahkan melebihi dari Gaji saya sebelumnya di Perusahaan. Tuhan itu sungguh baik dan Luar Biasa, memberikan berkatnya tepat pada waktunya. Hingga sampai saat ini saya mengucap syukur masih diberikan kesempata terus Pelayanan di tempat ini dan dapat bekerja di rumah. Itulah sedikit kesaksian saya Bapak Ibu, semoga menjadi berkat dan kekuatan bagi kita semua. Jangan kuatir akan apapun yang kita perlukan karena jika kita terus berharap sama Tuhan maka semuanya akan disediakan bahkan melebihi dari yang kita minta. Terimakasih dan saya kembalikan kepada Pemimpin Pujian... Syallom. Baca Juga Contoh kesaksian Kristen dari Sakit dan disembuhkan Diatas adalah kesaksian kisah Nyata admin blog ini. Jadi buat anda yang inggin bersaksi di Gereja, saat ibadah rumah tangga, saat ibadah Kaum Pria, Ibadah Kaum Wanita/Ibu ataupun pemuda silahkan langsung saja. Jangan takut tidak bisa berkata kata karena Tuhan akan tolong saudara dalam memberikan Kesaksian yang hidup. Semoga kesaksian saya memberkati dan jangan lupa jika Saudara memiliki sebuah Kesaksian kisah nyata bisa mengirimkan tulisannya ke Contact Admin. Dengan senang hati nanti saya akan publikasikan di blog ini supaya menjadi berkat banyak orang. Semoga kasih karunia Tuhan Yesus menyertai kita semua sekarang dan selama lamanya, Amin.
– Paus Fransiskus, belum lama ini, memberikan penghargaan kepada seorang suster yang berkarya sebagai bidan di Kongo dengan menganugerahinya Salib Pro Ecclesia et Pontifice. “Suster yang terkasih, atas nama Paus dan Gereja, saya menyampaikan penghargaan ini. Ini adalah tanda kasih sayang kami dan terima kasih untuk semua pekerjaan yang telah Anda lakukan di tengah-tengah saudara-saudari Afrika, dalam pelayanan terhadap kehidupan,” ujar Paus kepada Suster Maria Cocetta Esu 85 tahun dari Kongregasi Putri-putri Santo Yosef. Misionaris asal Italia ini selama 60 tahun terakhir ini mendedikasikan hidupnya untuk membantu proses kelahiran bayi, memberikan perhatian pada kesehatan anak-anak, para ibu, dan keluarga pada umumnya di salah satu negara miskin di Afria Tengah tersebut. “Karya Anda luar biasa. Anda membakar’ hidup Anda dengan menaburkan firman Allah melalui kesaksian hidup,” tambah Paus kepada Suster Cocetta. Penghargaan Paus Fransiskus menggambarkan profesi bidan sebagai profesi yang mulia. Tak terhitung berapa banyak orang yang menekuni profesi ini di daerah yang teramat sulit, termasuk di Indonesia. Bahkan, banyak di antara mereka yang mempertaruhkan nyawanya untuk menjangkau pasien-pasien di pedalaman. Bagi mereka, yang utama adalah menyelamatkan nyawa sang ibu yang sedang berjuang melahirkan atau bayi-bayi yang baru lahir kehilangan ibunya saat melahirkan. Kita tahu, Angka Kematian Ibu AKI dan Angka Kesakitan dan Kematian Bayi AKB masih tinggi di Indonesia akibat pelayanan kesehatan yang masih jauh dari sempurna. Tenaga bidan masih andalan khususnya di daerah terpencil yang belum memiliki pusat pelayanan kesehatan seperti klinik sederhana atau Pusat Kesehatan Masyarakat Puskesmas. Belum tentu di setiap kecamatan bisa ditemukan Puskesmas dengan tenaga medis bidan, dokter, semisal di dua provinsi di Papua. Maka, kehadiran para bidan yang punya keberanian dan integritas, yang berpegang teguh pada kode etik profesi mereka sebagai tenaga medis masih sangat diharapkan. Salah satu butir kode etiknya berbunyi setiap bidan dalam menjalankan tugas profesinya menjunjung tinggi harkat dan martabat kemanusiaan yang utuh dan memelihara citra bidan. Kode etik ini setarikan nafas dengan ajaran Gereja. Paus Yohanes Paulus II dalam Ensiklik Evangelium Vitae menyatakan dengan jelas, para tenaga kesehatan termasuk bidan mempunyai tugas istimewa untuk merealisasikan Injil Kehidupan. Bila Paus Fransiskus memberikan penghargaan kepada bidan, tak lain, karena melalui tangan para bidan, harkat dan martabat manusia, khususnya perempuan dan bayi dimuliakan. Oleh karena itu, tugas dan tanggungjawab kita, pemerintah, lembaga Gerejani memberikan perhatian dan penghargaan yang layak pada para bidan, khususnya yang berkarya di pelosok-pelosok. HIDUP 2019, 19 Mei 2019
Kita telah membuat perjanjian “untuk berdiri sebagai saksi bagi Allah di segala waktu dan dalam segala hal, dan di segala tempat” Mosia 189. Membagikan kesaksian kita adalah bagian dari berdiri sebagai saksi dan merupakan cara yang kuat untuk mengundang Roh Kudus untuk menyentuh hati seseorang dan mengubah hidup mereka. “Kesaksian—kesaksian yang sungguh-sungguh, yang lahir dari Roh serta dikuatkan oleh Roh Kudus—mengubah kehidupan,” tutur Presiden M. Russell Ballard, Penjabat Presiden Kuorum Dua Belas Tetapi membagikan kesaksian kita bisa mengintimidasi atau tidak nyaman bagi sebagian dari kita. Itu mungkin karena kita berpikir bahwa membagikan kesaksian kita sebagai sesuatu yang kita lakukan dalam pertemuan puasa dan kesaksian atau ketika mengajarkan suatu pelajaran. Dalam situasi formal seperti itu kita sering menggunakan kata-kata dan frasa tertentu yang tampaknya janggal dalam percakapan alami kita. Membagikan kesaksian kita dapat menjadi berkat yang lebih teratur dalam kehidupan kita dan kehidupan orang lain ketika kita memahami betapa sederhananya dapat berbagi apa yang kita yakini dalam situasi sehari-hari. Berikut adalah beberapa gagasan untuk Anda mulai. Jadikan Itu Sederhana Sebuah kesaksian tidak perlu dimulai dengan frasa, “Saya ingin memberikan kesaksian saya,” dan itu tidak perlu diakhiri dengan, “Dalam nama Yesus Kristus, amin.” Kesaksian adalah ekspresi dari apa yang kita yakini dan ketahui adalah benar. Jadi bercakap-cakap dengan tetangga Anda di jalan tentang sebuah masalah yang dia alami dan dengan mengatakan, “Saya tahu bahwa Allah menjawab doa,” dapat menjadi sekuat kesaksian yang dibagikan dari mimbar di gereja. Kekuatan itu tidak berasal dari bahasa yang berbunga-bunga; itu berasal dari Roh Kudus yang meneguhkan kebenaran lihat Ajaran dan Perjanjian 1007–8. Sesuai dengan Alur Percakapan Alami Jika kita mau berbagi, ada kesempatan di sekitar kita untuk menyesuaikan kesaksian dalam percakapan sehari-hari. Sebagai contoh Seseorang bertanya tentang akhir pekan Anda. “Luar biasa,” Anda menjawab. “Gereja adalah apa yang saya butuhkan.” Seseorang menyatakan simpati setelah mengetahui tentang sebuah tantangan dalam hidup Anda “Saya turut prihatin.” Anda membalas “Terima kasih atas perhatian Anda. Saya tahu bahwa Allah akan membantu saya melewatinya. Dia ada di sana untuk saya sebelumnya.” Seseorang berkomentar “Saya harap cuaca buruk ini segera berubah,” atau “Bus sudah terlambat,” atau “Lihat lalu lintas ini.” Anda mungkin menanggapi “Saya yakin Allah akan membantu segalanya berjalan lancar.” Bagikan Pengalaman Anda Kita sering berbicara satu sama lain tentang tantangan-tantangan kita. Ketika seseorang memberi tahu Anda tentang apa yang mereka hadapi, Anda dapat membagikan waktu ketika Allah membantu Anda dalam pencobaan Anda dan bersaksi bahwa Anda tahu Dia dapat membantu mereka juga. Tuhan berkata bahwa Dia menguatkan kita dalam pencobaan kita “agar kamu boleh berdiri sebagai saksi bagi-Ku setelah ini, dan agar kamu boleh tahu dengan suatu kepastian bahwa Aku, Tuhan Allah, mengunjungi umat-Ku dalam kesengsaraan mereka” Mosia 2414. Kita dapat berdiri sebagai saksi bagi Dia ketika kita bersaksi tentang bagaimana Dia telah membantu kita dalam pencobaan kita. Menjadi Siap Bagi sebagian dari kita, membagikan kesaksian secara mendadak dapat mengintimidasi. Ada cara-cara kita dapat merencanakan ke depan dan menjadi “[siap] sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari [kita] tentang pengharapan yang ada pada [kita]” 1 Petrus 315. Pertama, menjadi siap bisa berarti melihat bagaimana kita hidup. Apakah kita mengundang Roh Kudus ke dalam kehidupan kita dan memperkuat kesaksian kita sendiri setiap hari melalui kehidupan yang saleh? Apakah kita memberi Roh kesempatan untuk berbicara kepada kita dan memberi kita kata-kata yang kita perlukan melalui doa dan penelaahan tulisan suci? Sebagaimana Tuhan menasihati Hyrum Smith, “Janganlah berupaya untuk memaklumkan firman-Ku, tetapi lebih dahulu upayakanlah untuk mendapatkan firman-Ku, dan kemudian lidahmu akan difasihkan” Ajaran dan Perjanjian 1121. Kedua, menjadi siap bisa berarti melihat ke depan dan mempertimbangkan kesempatan-kesempatan yang mungkin Anda miliki hari itu atau minggu itu untuk membagikan kesaksian Anda. Anda dapat mempersiapkan kesempatan-kesempatan itu dengan memikirkan tentang bagaimana itu dapat memberi Anda kesempatan untuk membagikan apa yang Anda yakini. Tetap Berfokus pada Juruselamat dan Ajaran-Nya Presiden Ballard mengajarkan, “Walaupun kita dapat memiliki kesaksian tentang banyak hal, sebagai anggota Gereja, ada kebenaran-kebenaran dasar di mana secara tetap kita perlu saling mengajar dan membagikan.” Sebagai contoh, dia menyatakan “Allah adalah Bapa kita dan Yesus adalah Kristus. Rencana keselamatan berpusat pada Pendamaian Juruselamat. Joseph Smith memulihkan kegenapan kekal Injil Yesus Kristus, dan Kitab Mormon adalah bukti bahwa kesaksian kita adalah benar.” Sewaktu kita mengungkapkan kebenaran yang tulus itu, kita mengundang Roh untuk bersaksi bahwa apa yang telah kita katakan itu benar. Presiden Ballard menekankan bahwa “Roh tidak dapat ditahan ketika kesaksian yang murni tentang Kristus diberikan.”2 Teladan Juruselamat Karena lelah dari perjalanan melalui Samaria, Juruselamat berhenti untuk beristirahat di sebuah sumur dan bertemu dengan seorang wanita di sana. Dia memulai percakapan tentang mengambil air dari sumur. Menggunakan tugas sehari-hari ini yang dilakukan oleh wanita itu memberi Yesus kesempatan untuk bersaksi tentang air hidup dan kehidupan kekal yang tersedia bagi mereka yang percaya kepada-Nya lihat Yohanes 413–15, 25–26. Kesaksian Sederhana Dapat Mengubah Hidup Presiden Russell M. Nelson telah menceritakan tentang seorang perawat yang mengajukan sebuah pertanyaan kepadanya yang waktu itu adalah Dr. Nelson setelah sebuah prosedur operasi yang sulit. “Mengapa Anda tidak seperti para ahli bedah lainnya?” Beberapa ahli bedah yang dia kenal bisa menjadi pemarah dan tidak sopan saat mereka melakukan prosedur yang menimbulkan tekanan tinggi seperti itu. Dr. Nelson dapat menjawab dengan berbagai cara. Tetapi dia hanya menjawab, “Karena saya tahu Kitab Mormon benar.” Jawabannya mendorong perawat dan suaminya untuk menelaah Kitab Mormon. Presiden Nelson kemudian membaptis perawat itu. Berpuluh-puluh tahun kemudian, ketika memimpin sebuah konferensi pasak di Tennessee, AS, sebagai Rasul yang baru ditahbiskan, Presiden Nelson menikmati reuni tak terduga dengan perawat yang sama itu. Dia menceritakan bahwa keinsafannya, yang terjadi karena kesaksian sederhana Dr. Nelson dan pengaruh Kitab Mormon, membantu menuntun pada keinsafan 80 orang Ajakan untuk Bertindak Jangan takut untuk membagikan kesaksian Anda. Itu dapat memberkati mereka yang Anda layani. Bagaimana Anda akan menggunakan gagasan ini dan gagasan Anda sendiri untuk membagikan kesaksian Anda hari ini? © 2019 by Intellectual Reserve, Inc. All rights reserved. Dicetak di Indonesia. Persetujuan bahasa Inggris 6/18. Persetujuan penerjemahan 6/18. Terjemahan dari Ministering Principles, March 2019. Bahasa Indonesia. 15764 299
Lori Official Writer Apa kamu merasa kisah hidupmu gak unik atau menarik? Apa kamu memilih menyimpannya karena kebanyakan diantaranya hanyalah tentang kegagalan, penyesalan, rasa malu dan rasa sakit? Bisa jadi itu hanya pandanganmu saja. Karena sesederhana atau sekacau apapun kisah hidupmu, Tuhan bisa memakainya untuk menghadirkan harapan, pemulihan dan motivasi bagi orang kita menerima Kristus sebagai Tuhan dan juruslamat, kita tahu tujuan kita sebagai orang percaya. Kita bukan orang percaya yang berjalan mengikuti tujuan kita sendiri. Kita diberi tujuan baru untuk membangun kerajaan Allah. Misi ini disebut dengan Amanat Aguang dan cara untuk melakukannya adalah bertindak. Kita harus pergi membawa pesan kasih, pengampunan dan keselamatan di dalam Tuhan kepada orang lain yang belum mengenal istimewa dan panggilan untuk membagikan pesan injil ini disampaikan berulang kali dalam Alkitab. Hal ini menunjukkan kalau pesan ini sangat penting untuk dilakukan oleh orang-orang banyak orang percaya yang merasa berat atau enggan untuk membagikan iman mereka kepada orang lain yang tidak percaya. Banyak yang enggan karena takut ditolak, merasa gak layak dan gak tahu cara melakukannya. Sementara yang lain banyak yang gak menganggap penting Amanat Agung dari Tuhan. Yang lain beranggapan kalau membagikan firman Tuhan hanyalah tugas dari pendeta dan pelayan Tuhan menuntut hal yang sama dari semua orang. Gak peduli apa jabatan, status dan pekerjaannya. Semua orang percaya diminta untuk pergi dan memberitakan injil kepada semua orang yang belum percaya. Tuhan gak meminta supaya kita menguasai semua isi Alkitab luar kepala. Memberitakan injil jauh lebih sederhana. Seperti membagikan perjalanan hidup kita kepada orang lain. Jadi, ada tiga hal sederhana yang bisa kita lakukan untuk membagikan injil ke orang lain, diantaranya1. Membagikan kesaksian hidup ke orang lain"Dan banyak orang Samaria dari kota itu telah menjadi percaya kepada-Nya karena perkataan perempuan itu, yang bersaksi "Ia mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat." Yohanes 4 39Salah satu cara paling sederhana untuk membagikan kasih Tuhan ke orang lain adalah membagikan kasih Tuhan yang sudah kamu alami. Di Yohanes 4 39 dituliskan tentang seorang wanita yang mencari cinta yang sia-sia. Sampai pada akhirnya dia harus menikah dan bercerai lima kali dan tinggal dengan pria yang bukan suaminya. Pertemuannya dengan Yesus bukan hanya menuntunnya pada iman yang baru tapi juga membangkitkan keinginan baru untuk memberi tahu orang lain tentang pengalamannya dengan Yesus. Dia tidak tahu tentang Alkitab, tapi dia berbagi satu hal yang dia tahu bahwa Yesus sudah mengubah hidupnya sejak saat ini akhirnya menyampaikan apa yang dia dengar kepada orang lain. Sehingga orang lain yang mendengarnya juga ikut Berlatih menyampaikan kesaksian“Setibanya di situ mereka memanggil jemaat berkumpul, lalu mereka menceriterakan segala sesuatu yang Allah lakukan dengan perantaraan mereka, dan bahwa Ia telah membuka pintu bagi bangsa-bangsa lain kepada iman.” Kisah Para Rasul 14 27Paulus adalah orang Kristen yang sangat berpengaruh sepanjang sejarah Alkitab. Dia sangat intens membagikan pengalaman keselamatannya. Saat membagikan kesaksiannya, Paulus berbicara tentang hidupnya sebelum menerima Kristus, setelah bertemu dengan Kristus dan bahkan mendesak para pendengarnya untuk mengambil kali dalam Kisah Para Rasul melihat Paulus menceritakan kembali apa yang Tuhan lakukan untuknya secara pribadi. Paulus mungkin tidak pernah berlaih dan memperbaiki ceritanya dengan menuliskannya. Tapi dia terus melatih diri dengan baik dalam membagikannya terus menerus kepada orang lain. Cara yang baik untuk membagikan kesaksian adalah dengan menuliskannya dengan kata-kata yang sederhana. Berlatihlah membagikan hal positif ke orang Juga Hadiah yang Luar Biasa Dari Tuhan Bagi Kita3. Percayalah kesaksianmu bisa jadi alat Tuhan untuk menyentuh hati orang lain“Dan mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka. Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut.” Wahyu 12 11 Kuasa kegelapan dan ketidakpercayaan itu nyata. Tapi Tuhan berjanji bahwa Dia bisa menjangkau orang-orang yang dikuasai kegelapan dengan kesaksian akan kuasa Kristus. Tuhanlah yang akan memakai kita secara pribadi untuk menyampaikan hal itu. Dengan kuasa Roh Kudus, kita akan dimampukan untuk mengucapkan kata-kata yang tepat seperti yang disampaikan dalam Matius 10 19-20, “Apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga. Karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu.”Karena itulah Tuhan mempercayakan setiap orang pengalaman hidup tertentu yang akan memungkinkanmu untuk berhubungan dengan orang lain. Kisahmu adalah hadiah yang diberikan Tuhan. Gunakanlah itu untuk membantu orang lain menemukan makna hidup yang sebenarnya. Kisah hidupmu adalah hadiah terbaik yang biasa kamu bagikan ke orang lain yang kamu temui di luar sana. Pergilah dan sampaikan kesaksianmu. Sumber Halaman 1
berilah dua contoh kesaksian hidup