Seri Cerita Rakyat 34 Provinsi: Terompah Sultan Gajadean. Dapatkan Bukunya di Sini! Terompah Sultan Gajadean merupakan cerita rakyat yang berasal dari Maluku. Cerita ini berkisah tentang perseteruan Sultan Gajadean–seorang Sengaji atau pemimpin daerah di Kerajaan Ternate–dengan Sultan Jafar Nur–sultan Kerajaan Ternate pada saat itu. Cerita rakyat ini termasuk ke dalam cerita-cerita teladan yang mengandung nilai-nilai moral dan dapat dijadikan sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Adapun nilai-nilai moral dalam cerita tersebut di antaranya adalah sikap hidup sederhana. Sikap ini tercermin pada sikap Datu Pujung ketika ia menolak pemberian hadiah dari Sultan Suriansyah. Objek Wisata di Sulawesi Tenggara: Lihat ulasan wisatawan Tripadvisor dan foto objek wisata di Sulawesi Tenggara, Indonesia. Ular NDaung dan Si Bungsu, Cerita Rakyat Bengkulu; Batu Menangis, Cerita Rakyat Kalimantan Barat; Watuwe Si Buaya Ajaib, Cerita Rakyat Papua; Terompah Sultan Gajadean, Cerita Rakyat Maluku; Legenda Danau Lipan Cerita Rakyat Kalimantan Timur; Putri Tandampalik Cerita Rakyat Sulawesi Selatan; Suri Ikun dan Dua Burung, Cerita Rakyat Nusa Tenggara Tahun Hari Jadi diambil dari tahun masuknya Agama Islam di Kabupaten Kepulauan Selayar yang dibawa oleh Datuk Ribandang, yang ditandai dengan masuk Islamnya Raja Gantarang, Pangali Patta Radja, yang kemudian bernama Sultan Alauddin, pemberian Datuk Ribandang. Peristiwa itu terjadi pada tahun 1605, sehingga ditetapkan Hari Jadi Kabupaten Cukup banyak cerita rakyat Jawa Barat terbaik yang masih eksis sampai sekarang. Beberapa cerita rakyat tersebut di antaranya : 1. Cerita rakyat Ciung Wanara. Sejarah provinsi Jawa Barat tidak bisa lepas dari eksistensi kerajaan Galuh yang berada di Ciamis. Kerajaan Galuh ini merupakan salah satu kerajaan termasyur yang disegani pada masa kerajaan. .

cerita rakyat sulawesi tenggara yang singkat